Artikel Kali ini
akan membagikan koding untuk mencari luas bidang dan volume bidang yang menggunakan bahasa C+ dalam pembuatan koding tersebut. kalo lagi buru-buru silahkan di copas aj.
Mari kita mulai saja. Ini
merupakan contoh koding sederhana:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main()
{
clrscr();
int Masukan,p,l,t,Sa;
float V,L;
printf("Menu Utama: \n");
printf("1.Perhitungan 3D\n");
printf("2.Perhitungan 2D\n");
printf("Pilihan Anda : ");
scanf("%i",&Masukan);
if(Masukan==1)
{
printf("\nSilahkan Pilih Yang Mana Anda Suka:\n");
printf("1.Kubus\n");
printf("2.Balok\n");
printf("3.Limas Segiempat\n");
printf("4.Prisma Segitiga\n");
printf("5.Limas Segitiga\n");
printf("6.Selinder\n");
printf("7.Kerucut\n");
printf("8.Bola\n");
printf("Pilihan Anda : ");
scanf("%i",&Masukan);
if(Masukan ==1)
{
printf("\nKubus ");
printf("\nSisi: ");scanf("%i",&p);
V=p*p*p;
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else if(Masukan == 2)
{
printf("\nBalok\n");
printf("Panjang: ");scanf("%i",&p);
printf("Lebar: ");scanf("%i",&l);
printf("Tinggi: ");scanf("%i",&t);
V=p*l*t;
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else if(Masukan == 3)
{
printf("\nLimas Segiempat\n");
printf("Sisi Alas: ");scanf("%i",&Sa);
printf("Tinggi: ");scanf("%i",&t);
V=(Sa*Sa*t)/3.;
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else if(Masukan == 4)
{
printf("\nPrisma Segitiga\n");
printf("Alas: ");scanf("%i",&p);
printf("Tinggi: ");scanf("%i",&t);
printf("Tinggi Limas: ");scanf("%i",&Sa);
V=(p*t*Sa)/2.;
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else if(Masukan == 5)
{
printf("\nLimas Segitiga\n");
printf("Alas: ");scanf("%i",&p);
printf("Tinggi: ");scanf("%i",&l);
printf("Tinggi Limas: ");scanf("%i",&Sa);
V=(p*t*Sa)/6.;
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else if(Masukan == 6)
{
printf("\nSelinder\n");
printf("Ruas: ");scanf("%i",&p);
printf("Tinggi Selinder: ");scanf("%i",&Sa);
V=(22*p*p*Sa)/7.;
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else if(Masukan == 7)
{
printf("\nKerucut\n");
printf("Ruas: ");scanf("%i",&p);
printf("Tinggi Silinder: ");scanf("%i",&Sa);
V=(22*p*p*Sa)/21.;
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else if(Masukan == 8)
{
printf("\nBola\n");
printf("Ruas: ");scanf("%i",&t);
V=((4./3)*(22./7)*t*t*t);
printf("Volume: %3.2f",V);
}
else
printf("Maaf Pilihan hanya 8 aja");
getch();
}
else if(Masukan ==2)
{
printf("\nSilahkan Pilih Yang Mana Anda Suka:\n");
printf("1.Persegi\n");
printf("2.Persegi Panjang\n");
printf("3.Jajar Genjang\n");
printf("4.Trapesium\n");
printf("5.Belah Ketupat\n");
printf("6.Layang-Layang\n");
printf("7.Segitiga\n");
printf("8.Lingkaran\n");
printf("Pilihan Anda : ");
scanf("%i",&Masukan);
if(Masukan ==1)
{
printf("\nPersegi\n");
printf("Sisi: ");scanf("%i",&p);
L=p*p;
printf("Luas: 3.2f",L);
}
else if(Masukan ==2)
{
printf("\nPersegi Panjang\n");
printf("Panjang: ");scanf("%i",&p);
printf("Lebar: ");scanf("%i",&l);
L=p*l;
printf("Luas: %3.2f",L);
}
else if(Masukan == 3)
{
printf("\nJajaran Genjang\n");
printf("Alas: ");scanf("%i",&p);
printf("Tinggi: ");scanf("%i",&l);
L=p*l;
printf("Luas: %3.2f",L);
}
else if (Masukan == 4)
{
printf("\nTrapesium\n");
printf("Sisi ke-1: ");scanf("%i",&p);
printf("Sisi ke-2: ");scanf("%i",&l);
printf("Tinggi: ");scanf("%i",&t);
L=1.*(p+l)*t/2;
printf("Luas: %3.2f",L);
}
else if(Masukan == 5)
{
printf("\nBelah Ketupat\n");
printf("D1: ");scanf("%i",&p);
printf("D2: ");scanf("%i",&l);
L=1.*p*l/2;
printf("Luas: %3.2f",L);
}
else if(Masukan == 6)
{
printf("\nLayang-Layang\n");
printf("D1: ");scanf("%i",&p);
printf("D2: ");scanf("%i",&l);
L=1.*p*l/2;
printf("Luas: %3.2f",L);
}
else if (Masukan == 7)
{
printf("\nSegitiga\n");
printf("Alas: ");scanf("%i",&p);
printf("Tinggi: ");scanf("%i",&l);
L=1.*p*l/2;
printf("Luas: %3.2f",L);
}
else if(Masukan == 8)
{
printf("\nLingkaran\n");
printf("Ruas: ");scanf("%i",&p);
L=1.*p*p*22/7;
printf("Luas: %3.2f",L);
}
else
printf("Silahkan Cek Ulang Lagi Angkanya");
}
else
printf("Eror-eror hanya ada 2 pilihan saja");
getch();
}Sekian
Dari Saya Semoga Lembaran diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih atas
luang waktu anda untuk membaca artikel ini.
Sabtu, 22 Oktober 2016
Kamis, 20 Oktober 2016
Koding membuat nested loop / looping persegi empat menggunakan turbo C+
Artikel Kali ini
akan mengajarkan anda mengenai pengertian program-program pada turbo C+ untuk
yang baru mulai belajar. Dalam kali ini saya akan membahas tentang cara kerja
berkelipatan atau nested loop pada turbo C+ untuk membuat persegi empat dasar.
Mari kita mulai saja. Ini
merupakan contoh koding sederhana:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main()
{
clrscr();
int n,i,j;
for(i=1;i<=n;i++)
printf(“N: “);scanf(“%i”,&n);
{
for(j=1;j<=n;j++)
printf(“x”);
printf(“\n”);
}
getch();
}
Maka Hasilnya x akan
di cetak baris dan kolom sebanyak x kali.
Tapi Dalam
penjalanan program terdiri dari berberapa tahap yang sebagai berikut:
1.
Misal
n=4
2.
i=1
Maka apakah 1 <=4? Maka jawabannya benar dan akan dilanjutkan oleh j
3.
j=2
Maka apakah 2 <=4? Maka jawabannya benar dan
4.
j=3
Maka apakah 3 <=4? Maka jawabannya benar dan
5.
j=4
Maka apakah 4 <=4? Maka jawabannya benar dan
6.
i=2
Maka apakah 2 <=4? Maka jawabannya benar dan akan dilanjutkan oleh j
7.
j=1
Maka apakah 1 <=4? Maka jawabannya benar dan
8.
j=2
Maka apakah 2 <=4? Maka jawabannya benar dan
9.
j=3
Maka apakah 3 <=4? Maka jawabannya benar dan
10.
j=4
Maka apakah 4 <=4? Maka jawabannya benar dan
11.
i=3
Maka apakah 3 <=4? Maka jawabannya benar dan akan dilanjutkan oleh j
12.
j=1
Maka apakah 1 <=4? Maka jawabannya benar dan
13.
j=2
Maka apakah 2 <=4? Maka jawabannya benar dan
14.
dst
sampai
15.
i=5
Maka apakah 5 <=4? Maka jawabannya salah koding akan diberhentikan
NB: didalam koding
kali ini i sebagai kolom dan j sebagai
baris
Maka hasilnya:
x
x x x
x
x x x
x
x x x
x
x x x
Nah, Yang belum tahu apa fungsi \n merupakan enter
pada turboC+ dan tidak usah memberikan include apapun karena sudah terdaftar
didalam program turboC+.
Sekian
Dari Saya Semoga Lembaran diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih atas
luang waktu anda untuk membaca artikel ini.
Senin, 17 Oktober 2016
Pengertian dari Include, main dan koding-koding pada program bagi pemula
Artikel
Kali ini akan mengajarkan anda mengenai pengertian program-program pada turbo C+ untuk
yang baru mulai belajar. Dalam Hal ini pertama kali anda harus ketahui yaitu
fungsi-fungsi apa saja dan kegunaannya untuk apa saja dan cara peletakan koding
harus tepat tidak bisa sembarang menaruh koding tersebut.
Mari kita
mulai saja. Ini merupakan contoh koding sederhana:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void
main()
{
clrscr();
printf(“
Hello World”);
getch();
}
Diatas merupakan peletakan koding
yang tepat. Dimulai dari pemasukan:
#include<***> → ***main() → { “Pembuka”→ Isi koding → } “Penutup”
Nb: ***= ada beberapa koding
Sekarang kita
Masuk Fungsi-fungsi apa saja pada koding diatas:
1.
#include<***>
merupakan Kamus untuk mengisi koding apabila tidak memasukan include maka
program akan error.
a.
#include<stdio.h>
Merupakan pemasukan printf.
i. Printf berfungsi untuk mencetak
huruf dan angka setelah anda menjalankan program.
b.
#include<conio.h>
Merupakan pemasukan clrscr dan getch.
i. Clrscr/clearscreen berfungsi
untuk membersihkan/menghapus layar. Jika anda tidak memasukan koding ini maka
sewaktu anda pertama jalankan layar masih akan terlihat mulus sewaktu
menjalankan kedua kali maka hasil akan dibawah koding setelah koding pertama.
ii. Getch/Get Character berfungsi
untuk menjeda/memberi waktu kepada anda untuk mengecek pekerjaan anda apakah
sudah benar atau belum ataupun juga disebut dengan pause.
Nb: karena diatas hanya terdapat
2 koding maka saya hanya membahas yang ada didalam koding tersebut.
2.
Main()
merupakan badan program sebelum anda memasukan isinya.
a.
Void
main() merupakan fungsi tidak bertipe data, void main() atau void itu
sama saja tidak dianggap.
NB: karena diatas hanya terdapat
1 koding maka saya hanya membahas yang ada didalam koding tersebut.
3.
{}
merupakan pembuka dan penutup pada koding bisa disebut juga dengan buka kurung
dan tutup kurung pada program. Apabila anda tidak memasukan {} maka akan eror
pada program.
Sekian Dari Saya
Semoga Lembaran diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih atas luang
waktu anda untuk membaca artikel ini.
Langganan:
Postingan (Atom)